Indikasi Kekuatan Merk

Indikasi kekuatan merk mencakup seberapa dekat konsumen dengan merk tersebut dan keberadaan faktor lain yang menambah kekuatan bersaing dari merk tersebut.

Baca sebelumnya : Kekuatan Merk – Peranan dan Indikasinya

1. Kesadaran terhadap merk tersebut (brand awareness)

Tingkatan kesadaran merk secara bertahap dimulai dari tidak menyadari merk (Unaware Brand), lalu meningkat menjadi Brand Raecognition, ini diketahui ketika ditanya kepada seseorang, terhadap kategorinya orang tahu (misalnya pembersih badan saat mandi : sabun), tetapi tidak ingat merk. Begitu melihat atau diingatkan, pembeli akan ingat. Contohnya adalah merk-merk sabun yang tidak lagi diiklankan di media dan kebetulan merk sabun tsb sulit dijumpai di warung, toko, maupun supermarket, sekalipun merk sabun-nya sendiri masih diproduksi.

Meningkat dari Brand Recognition adalah Brand Recall, yaitu kondisi di mana seseorang dapat menyebutkan merk-merk dalam satu kategori yg sama, tetapi bukan yg pertama kali disebutkan.

Dan yang tertinggi adalah Top Of Mind.

Di sini, seseorang ketika ditanya produk dengan kategori tertentu, maka yang ia ingat dan jawab pertama kali adalah Top Of Mind produk.

Memiliki merk produk yang mencapai Top Of Mind adalah harapan dari setiap pemasar.

2. Asosiasi merk (brand association)

Asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan tentang merek dalam ingatan seseorang.

Keterkaitan asosiasi dengan merk akan semakin kuat seiring dengan semakin seringnya pengalaman menggunakan merk tersebut.

Berbagai asosiasi terhadap produk yang diingat oleh seorang konsumen dapat dirangkai, sehingga membentuk brand image di dalam benak konsumen.

3. Persepsi kualitas terhadap merk (perceived quality)

Definisi perceived quality adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas atau keunggulan suatu produk atau layanan ditinjau dari fungsinya secara relatif dengan produk-produk lain.

Persepsi kualitas atas produk tidak selalu sama dengan kualitas aktual produk. Jadi kualitas produk yang secara riset tertinggi terhadap produk pesaing, belum tentu tertinggi di mata konsumen kategori produk tersebut.

Penilaian mutunya adalah persepsi.

Untuk meningkatkan perceived quality adalah dengan memampukan diri untuk memberikan kualitas tinggi.

4. Loyalitas terhadap merk (brand loyalty)

Loyalitas merk merupakan inti ekuitas merk. Loyalitas merk juga menjadi gagasan sentral dalam pemasaran.

Loyalitas merupakan ukuran kedekatan pelanggan pada sebuah merk. Bila loyalitas meningkat, kerentanan bahwa kelompok pelanggannya terpengaruh oleh serangan pesaing dapat dikurangi.

Loyalitas merupakan indikator ekuitas merk yang berkaitang dengan penjualan dan laba masa depan. Dengan loyalitas, sebuah perusahaan sudah memiliki pasar yang sudah dipegang (captive market).

5. Aset-aset berharga dari merk tsb, seperti hak paten, akses terhadap pasar, akses terhadap teknologi, akses terhadap sumber daya, dan lain-lain.

Hal ini merupakan bagian dari faktor-faktor lain yang menambah kekuatan bersaing dari merk tersebut.

 

 
02-bhn-iklan-kabaringan-com

Sahabat Kabaringan, ternyata belajar internet itu mengasyikan... apa lagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... sesuatu banget deh... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah ini solusinya.... & dapatkan Tutorial Gratis Internet Marketing selama 1,5 Tahun!