Inspirasi Dari Kisah Hidup Sylvester Stallone

Sylvester Stallone lahir pada 6 Juli 1946, di New York City dari pasangan Frank Stallone dan Jacqueline Stallone dengan nama Michael Sylvester Gardenzio Stallone. Darah Italia-Rusia-Perancis & Yahudi mengalir dalam dirinya.

Sebuah kecelakaan pada saraf muka pada saat kelahirannya membuat sisi kanan wajah “Sly” (nama panggilannya) menjadi tidak normal, bicara gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Karena berbagai kekurangan ini, ia kerap diejek sebagai tokoh film kartun kucing di Looney Tunes yang kebetulan mirip namanya. Tak ada yang pernah menduga saat itu, bahwa justru ciri-ciri inilah yang menjadikannya berbeda dari artis Hollywood lainnya.

sylvester stallone 02

Ia mempunyai mimpi untuk menjadi aktor. Untuk mengejar mimpinya menjadi aktor terkenal, pemuda ini mengikuti audisi kemana-mana. Akan tetapi wajahnya yang “seperti cacat mental” dan gaya bicara yang gagap, serta aktingnya yang terlihat kaku, membuat ia selalu ditolak untuk peran apapun yang diinginkannya. Tetapi ia pantang menyerah.

Berapa kali ia ditolak oleh agen audisi? 1500 kali! Jumlah penolakan yang jauh lebih banyak daripada jumlah agen film yang ada. Yang berarti, sudah berkali-kali ditolak oleh agen yang sama. Dan Sly tidak mau menyerah.

Setelah gagal audisi dimana-mana, akhirnya ia nekat. Untuk mendapatkan peran pertamanya ia terpaksa ngotot. Ia datang ke sebuah kantor agensi pukul 4 sore tetapi agen film yang didatangi menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan paginya ketika sang agen datang ke kantor ia menemukan si pemuda tetap menunggu. Ia menunggu semalaman. Akhirnya agen tersebut tak tega dan memberinya kesempatan. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan trobosan baginya. Setidaknya memberi nilai tambah bahwa ia pernah main film. Ia pikir jalannya akan lebih mudah.

Tapi ternyata karirnya tidak beranjak. Ia menemui kegagalan demi kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain. Ia bahkan pernah mengambil peran dalam filim semi-porno dengan bayaran rendah US$ 200 untuk 2 hari shooting. Salah satu film itu adalah “The Party at Kitty and Stud’s” (1970). Yang setelah ia terkenal, film ini berubah judulnya menjadi “The Italian Stallion”.

Setelah film itu pun karirnya belum juga beranjak. Sampai-sampai ia tidak bisa membayar alat pemanas kamar ketika suhu sangat dingin di New York. Ia terpaksa ke perpustakaan membaca, sekedar untuk mendapat suhu yang hangat. Dari buku yang dibaca di perpustakaan ia akhirnya mendapat ide untuk menulis naskah film. Ia berhasil menjual satu naskah film senilai US$ 100.

Hidupnya tak kunjung membaik. Istrinya mulai tak tahan dengan obsesinya. Istrinya selalu bilang cari pekerjaan sungguhan yang tidak ada hubungannya dengan dunia akting, tapi ia tetap bersikeras tidak ingin mengubur impiannya di dunia akting. Hidupnya makin sulit, ia terpaksa menjual perhiasan istrinya. Pada titik terendah dalam hidupnya ia terpaksa menjual anjing kesayangan, Butkus. Hanya demi ia dapat makan bersama keluarganya.

Ia menangis.

sylvester stallone 03

Ketika film Rocky telah meledak di pasaran, ia membeli kembali anjingnya. Dan Butkus pun juga ikut main dalam dua serial Rocky.

Kisah Rocky adalah karya ciptaannya.

Dalam kegalauan kehidupannya, ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalan banyak orang akan dapat dirobohkan tidak lebih dari 3 ronde. Ternyata Webner mempunyai kemantapan dan kekerasan hati. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali karena tak mau menyerah.

Sly sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskahnya. Malam hari itu juga ia menulis dan menulis selama 3 hari tanpa berhenti, hingga naskah filmnya selesai. Ia sangat gembira dengan naskah tersebut, karena dalam pikirannya ia tahu bahwa naskah cerita tersebut akan menjadi sebuah film yang mengubah hidup dan nasibnya. Tangannya sampai bergetar saat memandangi naskah itu.

Lalu untuk mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tersebut. Tetapi ia tak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya dan ditolak lebih dari ratusan kali kepada semua produser dan studio film. Sampai suatu hari, ada sebuah studio yang berani membeli naskahnya senilai US$ 20.000 dengan syarat tokoh utamanya dibitangi oleh Ryan O’Neal dan Burt Reynolds.

Ia senang sekali mendapat penawaran itu, akan tetapi ntotot ingin tetap membintangi sendiri film tersebut. Sang sutradara menolak. Walaupun sesungguhnya sangat membutuhkan uang, ia bersikeras menolak menjual naskah tersebut kecuali jika ia bisa menjadi bintangnya. Sang produser terus menaikkan tawarannya $80.000, $125.000, $250.000 sampai $325.000, tetapi Sly bersikeras tidak akan mau menjual naskah filmnya kecuali ia berperan menjadi tokoh utamanya. Ia berjanji akan bermain bagus.

Akhirnya produser setuju dan menjadikan dia tokoh utama dalam film tersebut, namun hanya dengan bayaran $20.000 untuk naskah cerita ditambah $340 perminggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapat penghasilan bersih $6.000 bukannya $325.000.

Dengan 1500 kali penolakan menjadi aktor, dan ratusan kali penolakan menjadi aktor film dalam naskah ciptaannya, justru membuat Sylvester Stallone begitu kukuh meyakini kekuatan cerita film dan kemampuan aktingnya, sehingga ia tidak mau melepas peran Rocky untuk orang lain. Sekalipun ber-budget rendah, US$1.000.000 dan dibintangi aktor tidak terkenal saat itu, yaitu Stallone sendiri, film ini meledak di pasaran dan menghasilkan pendapatan senilai US$ 200.000.000 atau 200 kali lipat.

Dari film Rocky yang dibintanginya ia dinominasikan meraih Academy Award sebagai aktor terbaik. Film tersebut akhirnya memenangkan tiga Oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik dan skenario film terbaik. Setelah Rocky, kesuksesan terus mengiringinya selama beberapa dekade ke depan. Ia kembali sukses menjadi ikon action movie dalam karakter Rambo.

Ia menjadi aktor pencetak box office terbesar di dunia sepanjang tahun 1970 sampai 1990. Serial Rocky (Rocky 1-5) dan Rambo (1-4) meraih hampir US$1 miliar, dan sempa menjadikan Stallone seorang bintang film internasional termahal.

Sekalipun tidak semua film yang diperaninya box office di pasaran, namun, pada usianya ke-64, film yang dibintangi sekaligus dia menjadi direktur dan penulisnya, The Expendables, sukses merajai box office 2010. Pada Desember 2010, The Expendables meraih pendapatan kotor sebesar US$ 274 juta, dengan biaya produksi US$ 82 juta.

Kesuksesan The Expendables memunculkan sekuelnya yaitu The Expendables 2 dan The Expendables 3.

sylvester stallone 04

Semua kesuksesan dan kesetiaannya dalam dunia peran, membuatnya layak menjadi salah satu aktor yang menjadi bagian Hollywood Walk Of Fame (1984), dan menerima penghargaan “Lifetime Achievement Award” dalam Hollywood Film Festival (2010).

Apa yang dicapainya kini merupakan buah keteguhannya mempertahankan dan memperjuangkan mimpi untuk menjadi bintang film. Seandainya ia merelakan naskah Rocky dibintangi orang lain mungkin ia mendapat US$325.000 untuk naskahnya tapi ia kehilangan peluang, yang mungkin satu-satunya, untuk menjadi bintang utama.

Tentang berbagai hambatan yang harus ia hadapi dan alami ia berkata:

sylvester stallone 05 sylvester stallone 06

Sumber kutipan : i.telegraph.co.uk, static.comicvine.com, scontent.cdinstagram.com, stunningmotivation.com, snopes.com, greenmesa.free.fr, biografiku.com, boombastis.com, lifetimetv.co.uk, thefamouspeople.com.

 

 
02-bhn-iklan-kabaringan-com

Sahabat Kabaringan, ternyata belajar internet itu mengasyikan... apa lagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... sesuatu banget deh... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah ini solusinya.... & dapatkan Tutorial Gratis Internet Marketing selama 1,5 Tahun!