Ragam Komunikasi Produk Untuk Mengikat Konsumen (Tips Marketing)

Produk yang akan dijual sudah diberi merk. Produk yang dijual sudah memiliki diferensiasi jelas. Dan pada produk yang dijual telah ditemukan diferensiasi mana yang ingin ditekankan sehingga berpeluang menempati posisi yang kuat di benak konsumen.

Bila sudah demikian, apa lagi yang perlu dilakukan?

Di sinilah kita mulai masuk ke babak kegiatan komunikasi produk yang bertujuan agar aktifitas-aktifitas yang dilakukan sebelumnya tersebut menjadi efektif. Efektif berarti mampu mengikat konsumen, y.i. konsumen mengenal, menggunakan, hingga loyal dalam menggunakan, dan bahkan secara spontan dan tanpa disuruh konsumen tersebut merekomendasikan produk tersebut kepada setidaknya kolega maupun orang-orang terdekatnya.

Luar biasa bukan?

Maka dari itu, kegiatan komunikasi produk untuk mengikat pelanggan ini disebut pula dengan consumer bonding.

Consumer bonding berupa ragam kegiatan yang disesuaikan dengan tujuan kegiatan tersebut dilakukan. Di mana dasarnya adalah pada fase mana konsumen tersebut berhubungan dengan produk.

Ragam Consumer Bonding

1. Awareness Bonding

Awareness Bonding terutama dilakukan pada fase di mana konsumen belum mengenal produk, atau bisa juga bagian terbaru dari produk.

Dalam awarenes bonding, perusahaan melakukan kegiatan komunikasi pemasaran untuk mendapat bagian dalam ingatan/benak konsumen.

Penekanan awareness bonding adalah sebatas memastikan konsumen menyadari dan mengingat merk produk, atau bagian terbaru dari produk, sehingga ketika konsumen siap melakukan pembelian atas kategori produk tertentu, produk tersebut menjadi bahan pertimbangan konsumen.

Awareness bonding merupakan komunikasi satu arah antara perusahaan dengan konsumen kategori produk tersebut.

Ragam kegiatan komunikasi pemasarannya dapat berupa : pemasangan iklan di mass media, promosi penjualan produk, maupun mensponsori (sponsorship) acara-acara tertentu.

Melalui komunikasi seperti ini, konsumen digiring untuk menyadari merk.

Kalau diferensiasi produk kuat, iklan dapat menggerakkan konsumen untuk mencoba pertama kali atau menarik konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

Contoh : iklan Mastin, Bakmi Mewah, Sensodyne. Bisa pula berlaku untuk bagian terbaru dari produk seperti : facelift baru Suzuki SX4, kandungan baru Pepsodent, perubahan tampilan baru dari Kompas

2. Idendity Bonding

Dalam identity bonding, perusahaan ingin agar produknya tidak sekedar dikenal, tetapi dikenal sebagai produk yang bernilai positif.

Identity bonding terbentuk melalui penghargaan konsumen terhadap tindakan-tindakan positif perusahaan.

Karenanya ragam kegiatan komunikasi pemasaran dalam rangka identity bonding berbentuk aktivitas perusahaan/produk yang berpotensi diapresiasi oleh masyarakat atau konsumen pada kategori produk tersebut.

Contoh : beasiswa Djarum, mengalirkan air bersih oleh Aqua, layanan servis gratis saat mudik oleh Honda, festival music Soundrenaline oleh A Mild.

Pada identity bonding ini, sasaran kegiatan komunikasi pemasaran tidak selalu merupakan konsumen produk, karena tujuan yang diharapkan adalah mendapat persepsi positif atas produk dari masyarakat.

3. Relationalship Bonding

Di sini terjadi suatu fase di mana pelanggan produk (customer) telah ada atau mulai.

Relationalship Bonding bertujuan agar pelanggan yang telah ada atau mulai ada dapat segera dikelola.

Dalam relationalship bonding, perusahaan ingin untuk lebih intensif mengelola pelanggannya, karenanya akan terjadi dialog/interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya terkait dengan aktivitas penawaran poduk.

Pada relationalship bonding, pelanggan bersedia memberikan databasenya kepada perusahaan, sehingga salah satu ciri relationalship bonding adalah perusahaan memiliki data base pelanggan.

Ragam kegiatan pemasarannya antara lain : kunjungan langsung kepada konsumen aktif, pemberian fasilitas potongan harga maupun kredit pada pelanggan yang telah membeli sekian kali, pemberian vaucher diskon di merchant-merchant tertentu untuk konsumen yang aktif

Contoh : fasilitas kartu kredit gratis untuk penabung aktif tertentu di bank, voucher diskon untuk reseller aktif produk kosmetik.

4. Community Bonding

Ketika perusahaan berdasar kriteria yang dimilikinya melihat bahwa telah ada pelanggan yang loyal terhadap produknya, maka perusahaan perlu untuk segera melakukan aktivitas community bonding, y.i. perusahaan membuat komunitas atau turut mengelola komunitas.

Dalam komunitas, interaksi tidak lagi terbatas antara perusahaan dengan pelanggan, tetapi juga antara pelanggan dan pelanggan.

Agar community bonding berhasil terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Loyalitas pelanggan terhadap merk produk maupun perusahaan tinggi
  • Para pelanggan mau untuk saling berbagi minat dan pengalaman atas produk
  • Keterlibatan pelanggan bersifat alamiah/dorongan sendiri, bukan paksaan
  • Kegiatan berkumpul/berkomunitas yang diciptakan menjadi sebuah gaya hidup. Orang-orang masuk ke dalam komunitas karena ingin berbagi minat dan gaya hidup tentang produk bersama orang lain
  • Harus memahami pemahaman bahwa para pelanggan tidak bertanya,”Apa yg bisa saya berikan untuk komunitas,” melainkan “Apa yg bisa saya peroleh dari komunitas.”
  • Kepuasan pelanggan terhadap produk maupun perusahaan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi.

Agar community bonding bertahan dan berkembang, perusahaan perlu membuat program yang diminati dan berkesinambungan bagi anggota komunitasnya.

Contoh : mudik gratis bagi anggota komunitas penjual jamu (reseller) Sido Muncul, demo masak oleh chef ternama bagi anggota komunitas Rosebrand, touring gratis bagi anggota komunitas Kawasaki Ninja.

5. Advocacy Bonding

Pada advocacy bonding, bukan lagi perusahaan yang mempromosikan produk, tetapi pelanggan loyal yang mempromosikan atau pun merekomendasikan produk.

Pelanggan yang mempromosikan atau merekomendasikan produk adalah pelanggan yang telah puas dan bangga sebagai pemakai produk dan atas inisiatifnya sendiri menyampaikan kepuasan dan kebanggaannya tersebut kepada konsumen atau calon konsumen.

Pada dasarnya, orang komunikatif yang puas dan bangga terhadap produk perusahaan adalah pemasar bagi produk tsb.

Saat itu terjadi, komunikasi pemasaran yang dijalankan perusahaan adalah menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk menjamin kepuasan dan penghargaan kepada pelanggan.

Contoh aktivitas yang dapat dilakukan adalah :

  • Pada produk asuransi : nasabah yang puas dengan layanan asuransi tertentu disarankan untuk menjadi agen tak langsung dengan merekomendasikan sahabatnya untuk ikut asuransi yang sama
  • Pada produk bimbingan belajar : orang tua yang puas dengan layanan bimbingan belajar tertentu yang meningkatkan prestasi anaknya menjadi penganjur aktif orang tua lain dalam teman pergaulannya untuk memasukkan anak mereka pada bimbingan belajar tersebut
  • Pada produk pelangsing : wanita yg puas dengan hasil penurunan berat badan karena mengkonsumsi produk pelangsing tertentu disarankan agar merekomendasikan temannya untuk ikut mengkonsumsi produk yang sama. Si wanita ditawarkan untuk menjadi reseller produk dengan keuntungan tertentu.

Baca Juga

 

 
02-bhn-iklan-kabaringan-com

Sahabat Kabaringan, ternyata belajar internet itu mengasyikan... apa lagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... sesuatu banget deh... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah ini solusinya.... & dapatkan Tutorial Gratis Internet Marketing selama 1,5 Tahun!